Pemasangan Klem Jembatan Gantung yang Ambruk Tak Sesuai Gambar


CEK : Pejabat BBPJN VII Jawa Tengah melakukan pengecekan ambruknya jembatan gantung Desa jeruklegi Kulon yang sedang proses pemasangan klem, Sabtu (5/1). NASRULLOH/RADARMAS

CILACAP -Pelaksana pekerjaan jembatan gantung yang menghubungkan antara Desa Jeruklegi Kulon dan Jeruklegi Wetan mengeluhkan lamanya pengadaan material jembatan dari Kementerian PUPR.

Material jembatan seperti resil dikirim ke lokasi dilakukan beberapa tahap. Hingga pertengahan Desember 2018, beberapa material jembatan belum dikirim lengkap, karena di gudang PUPR di Bogor material belum tersedia.

“Sampai 27 Desember dan juga sampai hari ini masih ada material yang belum dikirim,” ujar Syamsul Anam, Kepala Pelaksana Jembatan Gantung dari PT Panca Karya Sentosa.

Menurut dia, pengadaan material jembatan merupakan kewajiban dari Kementrian PUPR. “Belum lengkapnya material karena pengiriman dilakukan bertahap, menjadi kekurangan kita di lapangan. Itu sangat terasa, saat seperti kita kekurangan baut dan lain sebagainya,” kata dia.

Untuk mencari penyebab utama ambruknya jembatan gantung yang sedang proses pemasangan tersebut, menurut dia belum bisa disimpulkan. Dia tetap menunggu hasil penyelidikan dari pihak Kementrian PUPR.

“Bisa human error atau juga bisa karena faktor alam. Kondisi jembatan yang berat pada posisi seperti ini memang cukup beresiko apabila dikerjakan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Jawa Tengah, Akhmad Cahyadi mengatakan, ambruknya jembatan gantung tersebut masuk kategori kecelakan kerja, karena masih dalam proses pengerjaan.

“Karena ini masih proses pelaksaan ya akan kami pasang kembali,” ujar Cahyadi saat mengecek ke lokasi jembatan gantung tersebut, Sabtu (5/1). (nas/din)