Perkembangan Kota Majenang Diprediksi Ke Arah Timur


BERKEMBANG : Perkembangan Kota Majenang untuk bisnis ke arah timur karena dekat dengan jalur nasional dan provinsi. HARYADI/RADARMAS

MAJENANG-Perkembangan kota Majenang bergerak ke arah timur dan menuju Desa Padangjaya. Alasannya adalah kemudahan akses karena desa ini dilintasi jalur selatan nasional.

Juga dengan adanya jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Cilacap dengan Brebes melalui Salem. “Kemungkinan ke arah timur sangat besar karena adanya akses jalan utama nasional,” ujar Bambang Edy, salah satu warga setempat, kemarin.

Tokoh warga Desa Padangjaya ini menilai, pergerakan masyarakat akan sangat tergantung pada kemudahan akses. Dia mencontohkan, warga Kecamatan Dayeuhluhur lebih senang berbelanja kebutuhan ke Kota Banjarpatoman, Jawa Barat.

Demikian pula dengan warga Kecamatan Salem Kabupaten Brebes yang sering mencari sembako dan kebutuhan lain di Pasar Induk Majenang.

“Warga Dayeuhluhur ke Banjar atau orang Salem ke Majenang, alasannya karena jalan dan transportasi lebih mudah. Alasan ini juga yang dipilih pengusaha untuk membuka usaha di sisi timur Majenang,” kata dia.

Dia juga tidak terlalu menampik kalau perkembangan kota Majenang juga akan mengarah ke selatan. Namun pergerakan ke arah timur telah tumbuh secara alami.

Terbukti adanya dealer mobil dan motor, SPBU dan rumah makan yang belakangan berdiri di sisi timur pusat kota. “Dealer motor, mobil dan show room mulai tumbuh di sisi timur dan berada di tepi jalan nasional,” ungkapnya.

Salah satu buktinya adalah dengan maraknya perusahaan otomotif yang membuka show room atau tempat penjualan di sepanjang jalan yang melintas desa itu. Pertimbangan yang kerap disampaikan pengusaha antara lain karena lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota dan juga berada didaerah persimpangan besar menuju Kabupaten Brebes.

Kasi Trantib Kecamatan Majenang, Suprihatiyono mengakui, Majenang sudah berkembang sedemikian rupa menjadi pusat kota perdagangan. Hal ini kemudian mendorong adanya pergerakan investasi dan warga dari luar daerah untuk memanfaatkan lembaga keuangan, jasa dan pusat perbelanjaan yang ada. (har/din)