Watiman Rusdiono, Seniman Jemblung di Banyumas, Dialek Ngapak Jadi Senjata Pertahankan Eksistensi, Berjuang Mencari Regenerasi

EKSIS: Seniman Jemblung berusia 82 tahun (memakai kaca mata) pentas di SDN Prembun, Tambak. FIJRI/RADARMAS TAMBAK – Berusia senja bagi Watiman Rusdiono tidak menyurutkan semangat sebagai seniman jemblung. Kakek berusia 82 tahun itu memiliki prinsip laku atau tidaknya jemblung, jemblung harus terus dihidupkan. “Kalau bukan kita yang tersisa ini sebagai seniman jemblung untuk melestarikan. Lalu, … Lanjutkan membaca Watiman Rusdiono, Seniman Jemblung di Banyumas, Dialek Ngapak Jadi Senjata Pertahankan Eksistensi, Berjuang Mencari Regenerasi